Sabtu, 18 April 2020

"MAHALNYA HIDAYAH"


Tidaklah cukup hafal Al-Qur'an dan hadist.

°~ Kisah nyata ini pernah dituturkan oleh Habib Quraisy bin Qosim Baharun Cirebon, dari kisah perjalanannya tahun 1996 silam.
Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita, betapa berharganya iman dan Islam bagi kita.

°~》Kala itu sebuah pesawat melintasi daratan benua Afrika, atmosfer dan lautannya beserta biosfernya yang rumit.
Sayap pesawat nan kokoh melibas setiap awan yang ada dihadapannya. Penumpang pesawat duduk tenang di kursi empuk sambil menikmati sesuatu yang nyaman baginya sembari menunggu pesawat itu lending pada bandara tujuan selanjutnya.
Diantara penumpang pesawat itu ialah Habib Quraisy serta seorang ibu Tua berpakaian penutup jilbab disebelahnya.
Usia ibu Tua itu berkisar sekitar 65 atau 70 tahun.
Di dalam perjalanan ibu Tua itu menyapa Habib Quraisy dan menanyakan tempat tujuannya dengan berbahasa arab yang fasih.

“Kemana Anda akan pergi ?” Tanya Ibu Tua itu.

“Saya akan transit ke Yordan kemudian melanjutkan perjalanan ke Yaman”. Jawab Habib.

“Dimana asal Anda ?” Tanya ibu Tua itu kembali juga dengan bahasa arab yang sangat fasih.
Habib jawab “Saya berasal dari Indonesia”..

Mengetahui Habib Quraisy orang Indonesia, sejurus ibu Tua mentranslate bahasanya dengan bahasa Indonesia. Padahal dari perbincangannya Ia mengetahui bahwa ibu Tua itu sendiri adalah wanita kelahiran Jerman dan warga Negara Jerman.
Pada gilirannya ibu Tua itu lantas berbahasa Indonesia yang amat fasih pula. Lalu bertanya lagi..

“Adik di Indonesia dimana?”. Habib Quraisy katakan ; “Saya di Jawa”.

Tak ubahnya seperti mengetahui sesuatu, Ibu itu lantas merubah dialognya dengan menggunakan bahasa Jawa yang dialegnya sangat halus dan hampir-hampir Habib Quraisy tidak paham dan Ia katakan pada Ibu itu “Luar biasa, Ibunda begitu banyak menguasai bahasa sampai bahasa Indonesia dan Jawa sekalipun, padahal Anda orang Barat”.

Ibu Tua itu hanya tersenyum bijak sambil berkata “Saya ‘Alhamdulillah’ menguasai sebelas bahasa dan duapuluh bahasa daerah”.

Silih waktu dari perbincangan Habib Quraisy bersama Ibu Tua itu mengarah kepada hal-hal yang berkaitan dengan agama.

Wanita Tua itu mulai mengupas pembahasan Al Qur’an dengan indah dan mahirnya.

Habib pun penasaran atas kehebatannya menjelaskan Al Qur’an dan bertanya “Apakah Ibunda hafal Al Qur’an ?”

Beliau menjawab “Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Al Quran sehingga saya berusaha menghapal Tafsir Jalalain dan saya pun hafal”.

Tidak sampai disitu saja, Ibu Tua itu melanjutkan bicaranya “Namun Al Qur’an harus bergandengan dengan hadist.
Sehingga saya kemudian berupaya lagi menghafal hadist tentang hukum sehingga saya hafal kitab hadist Bulughul Marom di luar kepala”.

“Lantas saya masih belum merasa cukup, karena di dalam Islam bukan hanya ada halal dan haram tapi harus ada fadhailul amal, maka saya pilih kitab Riyadhus Sholihin untuk saya hafal dan saya hafal”. Kata Ibu itu menuturkan pendalamannya tentang Islam kepada Habib Quraisy.

Dan lagi Ibu itu kembali bertutur “Di sisi agama ada namanya tasawuf, maka saya cendrung pada tasawuf sehingga saya memilih kitab Ihya Ulumuddin dan sampai saat ini saya sudah 50 kali mengkhatamkan membacanya.
Saking seringnya saya membaca Ihya Ulumuddin sampai-sampai Bab Ajaibul Qulub saya hafal di luar kepala”.

Habib Quraisy terperangah melihat kehebatan dan luar biasanya Ibu Tua itu. Namun karena tidak mau percaya begitu saja, Habib pun akhirnya mencoba mentest kebenaran perkataannya. Apakah benar Ia telah hafal Al Qur’an? Apakah benar Ia menguasai Tafsir Jalalain tentang asbabunnuzul dan qaul Ibnu Abbas?
Setelah melalui beberapa pertanyaan. Ternyata memang benar Ibu itu hafal Al Qur’an bahkan Ia mampu menjawab tafsirnya dengan mahir dan piawai.

Ketika Habib mengangkat permasalahan ihya mawat yang ada di dalam kitab Bulughul Maram Ibu Tua itu pun menjabarkannya cukup jelas.

Ketika Habib membahas tentang hadist Riyadhus Sholihin maka Ibu Tua itu menyebutka sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Dalailul Falihin sebagai syarah kitab hadist tersebut.

Dan lagi Ia menjelaskan masalah hati psikologi berbasis kitab Ihya Ulumuddin pada pasal ajaibul qulub.

Kembali Habib dibuat heran akan kehebatan Ibu Tua itu dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Menurutnya, sejauh ini selain gurunya Habib belum pernah menemukan orang sekaliber Ibu yang ada duduk di sampingnya.

Pesawat mendarat lending di airport.

Ketika pesawat itu sudah benar-benar berhenti para penumpang semuanya menyiapkan diri termasuk barangnya bawaannya menuruni pesawat.

Begitu pula Ibu itu mengambil tasnya yang di ada di kabin, karena sudah merasa kenal Habib mencoba bantu mengambilkan tas itu dan menurunkan tiga tas ke lantai pesawat.

Subhanallah… ketika Ibu itu menunduk untuk mengambil tas itu ternyata keluar dari bilik jilbabnya seutas kalung yang bertanda palang salib.

Seperti petir menyambar di siang bolong,

Habib Quraisy menunduk dengan lemah.

Ibu itu hanya tersenyum dan mengatakan “Akan saya jelaskan kepadamu nanti di hotel”.

Seperti katanya Habib akan transit dulu selama satu hari satu malam, pun Ibu Tua itu.

Maka di ruang receptioner (ruang tunggu) Ia tunjukkan nomor kamarnya kepada Habib dan kemudian berjanji untuk bertemu di ruang lobi restaurant.

Sesuai kesepakatan keduanya akhirnya bertemu.

Kepada Habib Quraisy Ibu itu mengatakan “Saya bukan orang Kristen, mengapa saya keluar dari Kristen ?… karena saya menganggap Kristen itu hanya dongeng belaka.
Dan kalung ini bukan berarti saya Kristen, tapi kalung ini adalah pemberian almarhumah ibu saya”.

Ibu Tua itu pun mengatakan bahwa Ia telah mempelajari beberapa agama, Kristen, Hindu juga Islam.

Ia juga sempat mengungkapkan ketertarikannya mengenai keagungan yang ada di bilik wahyu Allah Swt dan hadits Nabi Muhammad SAW.

“Ibu apa agamanya sekarang ?” Habib bertanya.

Dia katakan “Saya tidak beragama”

“Seandainya Ibu masuk agama Islam, begitu membaca syahadat, ibu akan langsung mendapat titel kiyai haji”. Karena demikian luas ilmu yang ia miliki kata Habib.

Ia menjawab “Mungkin karena saya belum dapat hidayah dari Allah”

Habib Quraisy sempat menetaskan air mata bersyukur kepada Allah SWT, bagaimana orang seperti dia yang sudah hafal Al Qur’an dan lain sebagainya belum Allah izinkan untuk beriman kepada-NYA.

Sementara kita tanpa usaha apapun, telah dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi seorang yang muslim.

Demikian kisah ajib ini.

Semoga yg membaca dan yang turut merilis kisah ini, dapat mengambil iktibar betapa bersyukurnya kita telah dianugrahkan iman.

Semoga Iman, Islam kita semakin bertambah kuat sampai ajal menjemput, sehingga kita termasuk orang yang husnul khotimah.

Tulisan 'Mahalnya Hidayah'.., yg dituturkan Hbb Quraisy b Qosim Baharun ...mungkin orang yg dimaksud namanya Ann Marie Schimmel seorang ahli terkemuka dalam literature Islam & mistisisme (tasawuf), sebagai professor mengajar di 3 Universitas terkenal di 3 Negara berbeda, dikenal memiliki ingatan fotografis.
Wafat Pada tahun 2003 usia 80 tahun, entah bagaimana tentang keimanannya pada akhir umur nya...wallahu alam...

★ ANNEMARIE SCHIMMEL ★

Mari bicara sedikit tentang Annemarie SCHIMMEL, filosof, budayawan, dan penulis kenamaan Jerman.

Ketika mengomentari doa-doa Islam khususnya "Shahifah Sajjadiyah" (Kumpulan Munajatnya Imam Ali Zainal Abidin as Sajjad as), Annemarie mengutarakan:

“Saya selalu membaca doa-doa, hadis, dan sejarah Islam dari Bahasa Arab dan tidak pernah merujuk ke terjemahan apapun," katanya.

"Saya pernah menerjemahkan dan menerbitkan sebagian "Shahifah Sajjadiyah" ke dalam Bahasa Jerman."

Sekitar 70 tahun lalu, ketika sedang menerjemahkan salah satu doa, ibu Annemarie sedang terbaring di rumah sakit.

"Saya menemaninya. Setelah ibuku tertidur, saya duduk di pojok kamar dan menulis ulang terjemahan yang telah saya lakukan. Kamar ibuku memiliki dua ranjang. Di ranjang yang lain terbaring seorang wanita penganut Kristen Katholik yang sangat fanatik dan kuat akidahnya.

Ketika melihat saya sedang menerjemahkan doa-doa Islam, ia serta merta memprotes saya: 'Memangnya kita memiliki kekurangan doa di agama Kristen dan Kitab Suci, sehingga kamu memilih doa-doa Islam?'

Setelah buku itu dicetak, saya mengirimkan satu naskah kepada wanita itu."

Walhasil, sekitar sebulan setelah itu, wanita itu menelpon Annemarie, seraya berkata:

“Saya sangat berterimah kasih atas hadiah buku itu. Setiap hari saya membaca buku itu sebagai ganti dari doa-doa (yang biasa) saya (baca). Ali Zainal Abidin (as) bisa membuat solusi bagi mayoritas masyarakat Barat.”

Dan yang sangat menarik, di atas batu nisan Annemarie Schimmel tertulis hadis Imam Ali bin Abi Thalib as (kakek Zainal Abidin as) dengan khat Nasta’liq yang sangat indah (lihat foto di atas):

ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻧﻴﺎﻡ ﻓﺈﺫﺍ ﻣﺎﺗﻮﺍ ﺍﻧﺘﺒﻬﻮﺍ

“Seluruh manusia tertidur pulas. Ketika ajal tiba, mereka baru sadar”.

Kamis, 16 April 2020

🌷* RAHASIA KEHIDUPAN*🌴


☕️ * SAAT kita memberi,* kita akan menerima

☝SAAT kita menolong orang lain,* pada saat yang sama kita sedang menolong diri sendiri...

💪🏻APA yang kita lakukan untuk orang lain,* sebenarnya kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri...


💫* INILAH RAHASIA KEHIDUPAN yang tersembunyi bagi banyak orang...*

* Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini, TAPI karena mereka tidak mempercayainya...*

Karena itu.....

banyak orang lebih berbahagia MENERIMA daripada MEMBERI,

💪🏻* lebih suka DITOLONG daripada MENOLONG.* Hidup hanya berpusat kepada diri sendiri...


✍️ Αda ilustrasi menarik :

Seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari.

Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu🔦

Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya...


▪️ Supaya tidak penasaran, PRIA itu bertanya :

"Mengapa anda berjalan membawa lampu....?”

Orang buta itu menjawab :
”Sebagai penerangan...”

▪️ Dengan heran pria itu bertanya lagi :

”Tapi... bukankah anda buta dan tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan...?”

Orang buta itu tersenyum sambil menjawab :
”Meski saya tidak bisa melihat, orang lain bisa melihatnya...”

🌟”Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya...”*_


Sahabatku......

Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain,
sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu UNTUK DIRI KITA SENDIRI...

🤝Kita diingatkan untuk tidak jemu-jemu berbuat baik...*

Ini sebuah RAHASIA KEHIDUPAN untuk hidup yang penuh berkah, berkelimpahan dan bahagia...


💫APA YANG  KITA LAKUKAN UNTUK ORANG LAIN, SUATU SAAT PASTI  AKAN KEMBALI KEPADA KITA..."*


• Hidup adalah WAKTU,
☝hargai waktu yang tersisa,*_
💫 Jalani hidup dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.*_


💫Selalulah BERBUAT BAIK,*
🌟Selalulah MENOLONG SESAMAMU,*

☝Jangan pernah MENYAKITI orang,*

☝Jangan sering BERBOHONG dan MENIPU orang,*

☝Jangan MERUGIKAN orang.

☝Jangan pernah bersikap PALING BENAR, dan BERHENTILAH membicarakan kejelekan orang lain dan mengomel. *

☝Nikmatilah hidup dan isi setiap detik, menit, jam, dan hari-harimu dengan KEBAIKAN terutama bersama keluarga, ayah dan ibumu...*

☝MULIAKAN mereka jika masih hidup... anak-anakmu, saudaramu, handai-taulan serta BAHAGIAKAN mereka semua selagi kamu masih punya waktu.*

☝JANGAN simpan kebencian, dendam, kepahitan dan kejelekan orang lain.*

* Tetaplah menjadi orang baik sampai akhir hidup...*


📚 Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

* ”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri…”.*
(QS. Al Isra’ : 7)


———❤🕌❤🕌———
🤲😭YAA ALLAH.....💫
✈SAMPAIKAN UMURKU MENEMUI DISETIAP RAMADHANMU HADIR💫

÷÷÷÷÷÷ ÷÷÷÷÷÷÷÷÷
* Kamis, 22 Sya' ban 1441 H*

Rabu, 15 April 2020

SIAPA YANG MERASA AMAN DARI CORONA ?


Merasa aman dari Corona karena merasa dekat
dengan Allah?? Anda KELIRU!!
Ketahuilah Wahai Saudaraku..
Rasulullah adalah manusia yang paling dekat
dengan Allah, bersembunyi di Gua Tsur dari kejaran Kafir Quraisy. Bukan karena dia takut atau pengecut,tapi RISALAH AGAMA ini harus sampai ke generasi berikutnya..

Nabi Musa Alaihi Salam adalah salah satu Ulul
Azmi, salah satu manusia yang paling dicintai oleh Allah Subhanawataala berlari menyeberangi laut mati menghindari kejaran Firaun. Bukan karena dia
takut atau pengecut tapi Agama ini tidak
menginginkan umatnya mati konyol.

Nabi Ibrahim Alaihi Salam adalah manusia kedua yang paling dicintai oleh Allah Subhana waataala
pernah berlari dari kejaran Namrudz. Bukan karena dia takut atau pengecut tapi agama ini kadang harus mengalah untuk menang.

Khalifah Umar Radhiyallahu Anhu adalah manusia yang dijamin masuk syurga pernah menghindari kampung yang terkena wabah (tha'un). Bukan karena dia takut atau pengecut tapi beliau berpendapat bahwa berlarilah dari takdir buruk ke takdir yang baik.

Dan kalian yang bukan Rasul, bukan Nabi,bukan
pula manusia yang dijamin Syurga dengan pongah seolah menantang wabah (tha'un) dengan berkata jika kita dekat dengan Allah maka wabah itu tidak akan mendekati kita.

Ketahuilah Saudaraku, jangan engkau JAHIL dengan ilmumu..bukankah lebih baik menghindari Mudharat
daripada mengambil Manfaat??
Apa yang di putuskan MUI itulah yang terbaik untuk saat ini. Insya Allah sudah sesuai tuntunan.Yakin dan percaya para Ulama dalam mengambil keputusan di hati kecilnya pasti menangis sama seperti kita.

Sami'na Wa Ato'na

DirumahAjah

Selasa, 14 April 2020

JANGAN CENGENG!



Banyak pakar yang mengatakan bahwa pada hakekatnya kita sedang dalam situasi perang. Hanya saja lawan kita memang tidak terlihat seperti dalam perang biasa, karena musuh itu sekarang berupa virus Convid 19.

Nah, dalam situasi ini, diperlukan karakter dan sikap yang tepat agar kita bisa survive, BERTAHAN, MELALUI dan bahkan MEMENANGI perang ini.

Untuk itu, ada satu sikap yang wajib kita terapkan, yaitu BEING TOUGH, JADILAH TANGGUH...!
Ini adalah salah satu faktor kunci kemenangan kita dalam peperangan ini.

BEING TOUGH berarti juga TIDAK CENGENG..!

1. Tidak cengeng dalam urusan makanan..!

Ini perang, saudaraku.!
Segalanya serba terbatas dan sulit. Yang utama adalah bertahan hidup, bukan selera!

Simpan jauh-jauh selera makanmu yang pilih-pilih. kuatkan dirimu untuk makan apa adanya!

Makan menu yang sama tiap hari selama berpekan-pekan atau bahkan berbulan-bulan itu adalah kenyataan yang harus kita telan..!

Dalam perang, tak ada nasi, ubi dan jagung pun bisa jadi pengganti. Tak ada lauk, cukup garam saja jadi pengganti. Tak ada kopi susu, air putih saja yang dinikmati.

BE TOUGH.!

2. Tidak cengeng dalam urusan gaya pakaian..!

Lupakan fashion..!
Utamakan keselamatan dan keamanan.

Jangan korbankan dirimu hanya demi gaya busana yang selalu ingin sempurna.

Gunakan masker kemana-mana! Meskipun masker murah dan lusuh, selama itu steril dan aman, Jangan pilih-pilih..!

3. Tidak cengeng dalam urusan isolasi diri..!

Bosan itu manusiawi. Yang penting jangan manja sampai memaksa keluar disaat seharusnya berada dalam isolasi.

Perangi rasa bosan itu dengan ibadah dan sabar. Dekatkan dirimu dengan Allah. Sibukkan dirimu dengan hal-hal produktif agar tidak bosan, seperti membaca, menulis, merancang cita-cita, membuat video, posting kenangan indah di medsos, dan lain-lain.

Telan rasa bosan itu, saudaraku..!

Mungkin pahit rasanya, tapi itu akan menyelamatkan dirimu dan orang lain.

4. Tidak cengeng dalam urusan layanan sosial..!

Saat ini, banyak petugas negara, termasuk tenaga kesehatan, yang sudah lama tidak pulang-pulang ke rumahnya.

Mereka diwajibkan berada di garis terdepan dalam urusan layanan sosial untuk memastikan bangsa ini menang.

Mereka mungkin capek,  letih, dan stres. Mereka kurang tidur, kurang istirahat, kurang fasilitas, kurang segalanya.

Jika mereka melayani kamu dengan kurang maksimal, maklumi Itu..!

Sabarlah dan hormati para petugas negara yang bertugas..!

Jangan bentak mereka..!
Jangan membangkang..!

5. Tidak cengeng dalam menerima pedihnya kenyataan..!

Korban berjatuhan dimana-mana. Itu adalah kenyataan perang.

Jangan ingkari fakta itu..!
Jangan tutup telingamu dari berita itu..!
Korban itu mungkin orang yang kamu kenal, jangan berpaling dari kenyataan itu..!

Kuatkan sistem imun kamu dengan olahraga in-door, tidur yang cukup, sabar dan doa..!
Bukan dengan menolak kenyataan.

Saat mendengar angka korban yang terus bertambah, angkat tanganmu dan berdoa untuk mereka. Bukan tutup telingamu dan masa bodo..!

JANGAN CENGENG saudaraku...!

Ini perang..!
Jangan kasih kesempatan bagi mental kamu untuk melemah...!

4ward.

💦 Curahan Hati Kaum Menengah 💦


Di awal lockdown (menurut pengamatanku, no debat yaa 💖) yang paling berat hidupnya adalah kaum menengah ke bawah. Misal para kuli cangkul harian yang keliling nyari kerjaan, abang-abang yang jualan pake gerobak, tukang balon yang jalan kaki, atau tukang es krim dua ribuan yang jualan pake sepeda, atau abang bubur ayam karena sepi pembeli. Orang pada takut beli mengingat si abang entah udah keliling ke mana aja, tangannya udah pegang uang entah dari siapa aja, lalu menyuwir-nyuwir daging ayam tentu saja pake tangan yang sama yang tadi terima uang dari mana-mana.

Saat aku memberi sembako titipan teman, tak sedikit airmata mereka berjatuhan. Mungkin karena baru lockdown, orang masih fokus ke persiapan buat keluarga sendiri, jadi belum banyak yang membantu,

Lalu, secara simultan, banyak orang fokus membantu mereka kaum menengah ke bawah ini.

 Bahkan, beberapa hari  lalu aku berkunjung ke pemukiman pemulung dan tukang sampah. Mereka lagi pada santai dengerin musik dangdut sambil makan biskuit kaleng mahal. Saat sembako kukasih, ternyata dibalik pintu ada beberapa paket sembako juga.

"Ini dari mesjid itu...yang ini dari mushola sana...ini dari yayasan anu.." begitu penjelasan mereka,

Mungkin karena mau Ramadhan juga, banyak mesjid/yayasan mengadakan acara santunan.

Lalu, aku memutar otak, aku ingin titipan sembako temanku ini sampai pada tangan yang tepat, yang benar-benar membutuhkan, yang saat ini sedang getir akibat kehilangan/berkurangnya pendapatan.

Lalu aku posting ini di status WA. Tak perlu sungkan atau malu. Diam-diam saat sepi akan kuanter ke balik pagar mereka.

Dan luar biasa...banyaaaaaak banget mereka yang kukira baik-baik saja, dengan menekan harga diri, memberanikan meminta.  Aku tau, kalo bukan karena terdesak, gak mungkin mereka seperti itu.

Ini beberapa contohnya yaa...kuedit sedemikian rupa untuk menghargai privasi mereka, karena aku harus menjaga rahasia, aku tulis ini sebagai pengingat, bahwa bisa jadi lhoo tetangga atau teman ngaji kita atau teman sesama wakimurid yang sedang kesulitan. Jadi kita harus lebih peka,

"Suamiku kan kerja di bengkel mba, sekarang tutup, gaji tetapnya kan hanya 500rb. Selama ini bisa bawa pulang sampai 2-3 juta, karena memang dibayar atas berapa banyak yang dia kerjakan. Kami gak punya banyak tabungan, sisa uang saat ini paling buat 2 atau 3 minggu lagi aja," kata ibu A

"Aku mau ya bu Fitra. Kantor suamiku tutup. Gaji yang masih ditransfer hanya 2 juta, kan suamiku marketing di dealer, gedenya di bonus penjualan, sekarang ga ada event2, mall banyak yang tutup. 2 juta  buat listrik dan cicilan rumah aja gak cukup mba, bayaran sekolah aja udah gak ada uang," kata ibu B

"Suamiku kan ngajar sore mba, kalo pagi antar jemput anak sekolah. Maret kemarin masih dibayar full walaupun suami hanya kerja seminggu abis itu sekolah libur. Tapi udah dibilangin kalo Per April udah gak ada bayaran karena full libur. Aku sendiri kerja di resto XXX sekarang dibayar setengah gaji, karena sepi, karyawan digilir sehari masuk sehari libur," kata ibu C

"Aku dan suami gak dagang lagi mba. Semua kantin sekolah dan kantin kantor2 yang kuisi kue-kue buatanku tutup. Ada 10 sekolah yang rutin kuisi. Ada 8 kantin kantor. Semua tutup. Warung-warung juga sepi. Aku masih tetap bikin kalo ada orderan dari tetangga, tapi sepuluh persennya juga gak ada dibanding biasa. " kata ibu C

"Aku mau bu Fitra, udah 3 minggu aku gak ada pemasukan. Pusat terapi tempat aku kerja, tutup total, suami juga hanya nerima gaji pokok, buat bayar cicilan rumah, listrik, bpjs, dan uang sekolah aja. Nyaris ga ada sisa buat sehari-hari," kata ibu D.

"Aku mau Bu Fitra, udah 3 minggu ini, usaha rental mobil kami sepi. Satupun gak ada yang sewa.  usaha warnet juga tutup, tabungan kami kepake buat kasih karyawan sedikit uang pesangon, sekarang bungung mau usaha apa, tabungan udah nyaris gak ada," kata ibu E

Semua kisah di atas, ku edit sedemikian rupa dari kisah aslinya, tanpa merubah substansinya.

Secara umum, mereka terlihat baik-baik saja. Tapi justru paling terdampak secara ekonomi. Mana listrik untuk kaum menangah ini (daya 1300) konon katanya gak ada subsidi sama sekali, karena dianggap orang mampu. Rata-rata anak mereka bersekolah di swasta, yang bayarannya tentu saja tetap jalan meski anak belajar dari rumah.

Kaum menengah bisa dibilang jarang terperhatikan. Kalo ada apa-apa, pastilah yang ekonomi di bawah rata-rata dulu yang didahulukan. Padahal kaum menengah ini biasanya juga punya tanggungan membiayai orangtua/mertua (lagi tidak membahas keutamaan membantu orangtua di mana rejeki akan berlipat ganda) dan ada juga yang membantu biaya sekolah adik/ponakan. Bayaran listrik kaum menengah rata-rata juga mahal, selain itu mereka terbiasa dengan pola makan bergizi dan menu lengkap. Jadi agak berat juga kalo tiba-tiba anak mereka hanya dikasih kangkung doang. Aku juga bingung sebenarnya harus bagaimana, aku sendiri menyimpulkan memang masa-masa lockdown ini harus tetap makan bergizi sekaligus berhemat, karena gak jelas kapan ini semua sampai pada ujungnya. Aku pun bagian dari orang yang merasakan dampaknya, suami kehilangan salah satu pemasukan, sedih sih. Tapi jalani saja dgn berhemat . Hemat bukan berarti pelit yaa. Hemat boleh tapi sedekah tetap harus prioritas

Pesan yang ingin kusampaikan dari tulisan ini adalah, agar kita lebih peka terhadap orang sekitaran kita.

Dan kalo ada teman/tetangga/saudara yang sekarang jualan di grup-grup WA. Beli sajalah dagangan mereka, meski  gak butuh-butuh banget, beli saja. Lebihkan bayarannya. Bisa jadi itu usaha mereka agar ekonominya membaik.

Mari lebih peka...mari saling bantu. Bersama kita hadapi masa getir karena corona ini.

Optimis, semua insyaa Allah pasti akan berakhir. Aamiin🤲

Hikmahnya: ternyata sesuatu yg kita lihat itu belum tentu bener kenyataannya..